Menjadi ‘Minimalis Ekstrem’: Hidup Cuma Punya 50 Barang Demi Ketenangan Jiwa

1 Min Read
Photo by Picsum / The Newspaper

Melawan Kutukan Belanja Online Impulsif

Lelah dikepung paketan e-commerce yang datang silih berganti setiap hari di depan kosan, sekelompok anak muda ibukota mendeklarasikan sebuah gerakan hidup radikal: The Fifty-Items Rule (Aturan 50 Barang). Di bawah sekte gaya hidup ini, pengikutnya dilarang keras memiliki lebih dari 50 potong benda fisik atas nama pribadinya (termasuk helai pakaian tidur, sikat gigi, mangkuk makan, kabel charger, hingga sepatu pantofel).

Semuanya dihitung ketat dengan buku jurnal inventarisasi digital. Bila ingin membeli sepasang kaus kaki baru, dua barang lama harus dihibahkan atau didaur ulang.

Ruang Kosong Adalah Kamar Mewah

Gaya hidup ini ditenggarai lahir dari krisis perumahan (micro-living) dan sindrom kecemasan. “Saya merasa bisa bernapas. Tidak ada tumpukan piring kotor atau baju lecek yang menuntut perhatian saya untuk dibersihkan pulang kerja,” papar Andin, pendukung gaya minimalisme garis keras yang asyik duduk meleseh berlantaikan kayu kosong di flat sudirmannya yang lengang tanpa perabotan TV.
Sanggupkah Anda berpuasa menahan iming-iming gempuran promo tanggal kembar bulanan demi kewarasan batin?

Share This Article