Ketika Hubungan Terasa Sekadar Formalitas
Istilah quiet quitting tak hanya populer di dunia kerja, kini fenomena tersebut melanda ranah asmara. Quiet quitting terjadi ketika seseorang tidak lagi menginvestasikan tenaga dan emosi pada pasangannya, namun tidak punya niat kuat juga untuk mengucapkan kata putus. Merasa relate dengan situasi hambar ini?
Menjalani relationship seperti autopilot sangat merugikan bagi kedua belah pihak. Alih-alih merilis potensi cinta, kamu hanya mempertahankan status quo karena takut akan rasa sepi jika benar-benar melajang.
Haruskah Lanjut Atau Berhenti?
Tanda nyata kamu melakukan quiet quitting: malas memulai argumen karena menganggapnya sia-sia, keintiman fisik yang drastis menurun, dan tak lagi memasukkan dirinya ke dalam rencana masa depan panjangmu. Pasangan biasanya mulai merasa sendirian meski ada di sebelahnya.
Solusi terbaik? Duduk bersama dan berdialog dari hati ke hati secara brutal. Menjalin hubungan harusnya menjadi sumber kebahagiaan tambahan, bukan sekadar kewajiban rutinitas. Kalau tidak bisa diperbaiki, putus memang menyakitkan di awal tapi melegakan secara jangka panjang.
