Terjebak Era Nostalgia, Klub Malam 2000-an Tiba-Tiba Booming Diburu Kalangan Muda

1 Min Read
Photo by Picsum / The Newspaper

Pelarian Nyata dari Kejamnya Pesta Metaverse

Tak hanya di ranah mode (Y2K Fashion), dunia hiburan gemerlap malam di senopati ibukota sejenak meninggalkan lampu laser futuristik RGB yang menembakkan simulasi planet sci-fi. Sebagai imbal baliknya, tiga lantai diskotek ‘Club Tirtanadi‘ telah didekorasi lusuh persis setingan kelab remang ala MTV Ampuh era tahun 2002!

Para Clubbers milenial dan gen Z dengan riang gembira berjubel mematikan hape layar lipat canggih meraka (bahkan ditempel slot stiker penghadang kamera untuk privasi absolut), memakai kalung rantai berlapis, kemeja oversize jaring, dan berjingkrak bebas kepada lantunan set disk-jockey yang cuma diizinkan memakai piranti Turntable Piringan Hitam (Vinyl) lawas memutar kepingan Brit-Pop hinggai Euro-Dance jadul asik.

Tanpa Dokumentasi Media Sosial (No Photo Policy)

Tingkat FOMO atau Fear Of Missing Out yang parah pada ruang maya ternyata membangkitkan apresiasi Gen Z agar tak lagi asyik terobsesi membidik kamera mirrorless saat sedang berdansa gembira melepaskan hormon penat. Loker penitipan ponsel dan larangan merekam apapun sangat laris diburu demi memurnikan “Pesta Keringat”. Tren retro murni inilah yang memegang peranan kunci pesta eskapisme zaman 26.

Share This Article