Membayar Mahal Demi Siksaan Kesepian?
Apa kado ulang tahun termewah bagi bos direktur start-up ibukota? Bukan lagi jam tangan Rolex bertabur berlian, melainkan voucer liburan ‘Black-Out Retreat‘. Paket kamping ekstrim seminggu ini merutinkan kegiatan menyita secara kasar segala wujud smartwatch, Airpods, hingga gawai pelanggannya di lobi keberangkatan sebelum membuang mereka masuk ke area ceruk hutan belantara kars di pedalaman Gunung Kidul yang di-jamming (blokade militer) agar steril sinyal satelit apalagi seluler.
Selama seminggu penuh peserta program dipaksa mencangkul ubi bakar jalar tanah liat, mengaduk cat pewarna rupa daun untuk melukis kebuntuan diri, dan diwajibkan menyantap waktu bersamedi di mulut bebatuan goa yang lembap beralaskan tikar bambu.
Harga Paket Rehabilitasi Terkilir Gadget
Memasari tiket karantina isolasi absolut tersebut ditagih lima puluh juta rupiah seorangnya! Sebuah potret jenaka para borjuis kota yang merogoh kocek tabungannya hanya untuk mereparasi otak saraf reseptor dopamin (dopamine fasting) mereka yang kebas kesemutan hangus tergoreng paparan layar radiasi TikTok semalaman bertahun berselang tiada akhir henti. Sungguh komersialisasi penderitaan jiwa!
