Menjalin Hubungan Beda Agama di Indonesia, Siap Mental Hadapi Realitanya?

1 Min Read

Kisah Romeo Juliet Versi Modern

Cinta memang buta, tapi hukum dan keluarga di Indonesia punya regulasi yang jelas. Memiliki hubungan beda agama ibarat meniti benang tipis; penuh momen indah dan romantis, namun diintai bom waktu sosial jika bicara menyoal pernikahan. Banyak pejuang cinta beda keyakinan yang berakhir dengan isak tangis di ujung jalan.

Diakui atau tidak, perlakuan diskriminatif tak terlihat (micro-aggression) dari lingkar terdalam adalah fakta pait. Mulai dari celetukan sinis teman saat merayakan hari raya masing-masing, hingga ultimatum keluarga besar menyoal haluan akidah generasi penerus kelak.

Butuh Kesepakatan Super Ekstra

Membicarakan masa depan sejak mula sangat wajib hukumnya bagi pasangan beda agama. Siapa yang bersedia mengalah secara legal formal pencatatan sipil? Bagaimana kalian menyikapi ritual adat dan pendidikan spiritual untuk keturunan kelak?

Jika dalam 2 tahun ke depan tak ada dari kalian yang sudi berkompromi soal keyakinan dan prinsip esensial, realistislah dan akhiri sebelum jejak batin semakin susah dihapus. Cinta memang kuat, tapi realita sistem sosial di masyarakat ibarat benteng besar yang harus dihadapi bersama super solid tanpa bimbang.

Share This Article