Booming Bisnis ‘Daging Lab’: Restoran Padang Mulai Sajikan Rendang Sintetis

1 Min Read
Photo by Picsum / The Newspaper

Sensasi Rasa Sapi Tanpa Menyembelih

Lupakan perdebatan soal daging nabati keras ala era 2020-an. Tahun 2026 adalah titik terang bagi Cultivated Meat (Daging hasil biakan sel di laboratorium). Dengan anjloknya biaya produksi bioreaktor, ‘Daging Lab’ kini resmi masuk ke pasar komersial Asia Tenggara dengan harga setara daging sapi potong biasa.

Kehebohan terjadi minggu ini saat sebuah jaringan Restoran Nasi Padang legendaris di Jakarta Pusat berani merombak menunya; mereka menyajikan “Rendang Sapi Print 3D” dan “Dendeng Batokok Lab-Grown”.

Bebas Kolesterol dan Ramah Lingkungan

Penggemar kuliner terkejut mendapati tekstur serat dan lemaknya hampir 99% persis aslinya, namun tanpa kandungan kolesterol jahat dan tanpa menghasilkan metana peternakan.
“Rasanya sungguh otentik bumbu minang, dan saya merasa tidak berdosa memakannya karena tak ada sapi yang dikurbankan,” kata selebgram food vlogger. Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan sertifikat Halal bersyarat untuk teknik biakan sel tertentu. Revolusi dapur rumah makan nampak tak terhindarkan lagi.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *