Tren ‘Rent-A-Friend’ Jadi Ladang Bisnis Cuan di Kota Besar, Sejam Dibayar Rp 300 Ribu

1 Min Read
Photo by Picsum / The Newspaper

Menjual Solidaritas Sosial Sebagai Jasa Profesional

Kesepian akut ternyata memiliki nilai tukar (monetisasi). Merespons pandemi loneliness sosial yang melanda penduduk urban pekerja kelas menengah, sebuah aplikasi bernama ‘TemanKencan Murni‘ (Pure-Companion) meroket menjadi platform gig-economy nomor satu di Play Store menggusur ojek online.

Layanan ini super lurus tanpa skandal asmara—Anda menyewa ‘teman bersertifikat‘ secara legal untuk menemani makan siang, diajak main ke timezone, dititipi mengantri tiket konser, atau sekadar jadi pendengar keluh kesah karir saat burnout seharga tarif yang bisa mencapai Rp 300.000 per jam.

Aturan Profesi yang Super Ketat

Para penyedia jasa dibekali alat darurat ‘SOS panic button’ serta terikat kode etik ‘Tidak ada sentuhan fisik’ dan dilarang masuk area privat. Tren komodifikasi kehangatan sosial ini menuai cuan jutaan rupiah per bulan bagi mahasiswa yang nekat berkarir paruh waktu. Bukti nyata bahwa kapitalisme sangat handal mengendus celah emosional manusia.

Share This Article