Anti Mainstream Sakit Jiwa Menembus Batas Gelap Suram Pernikahan Berdarah Kematian Masa Lajang Kebebasan Berdua
Menggemparkan akal budi luhur meriahnya pesta kimpoi mantenan, sejodoh pendamping suami istri anak muda skena seni seniman teater nyentrik di Denpasar Bali membanting pakem buket bunga pelaminan rupa canda ceria ke bahu merapatkan sendu duka nestapa Gothic-Funeral-Matrimony (Pernikahan Kematian Kelabu).
Alih-alih menyebar karcis kartu wangi mengundang ke bahtera gedung riang pelaminan janur kuning melengkung siuman dekap bahagia, undangan mereka mendiktekan tata tertib protokol nyeleneh: Gaun kemeja asbak suram hitam legam kerudung janda duka cita tabur bunga melati layu. Sang mempelai pria memanggul peti mati yang menggotong mengeluarkan sang pengantin perempuan berbedak pucat pasik lipsik merona hampa keluar di iringi Choir himne gerimis memecah pelaminan sepi melangkah pelan muram durja menagis meratap palsu sebagai refleksi kematian ego-individul demi nyawa bersatu padu sakral bersama!
